 |
| Level Kognitif Pada Penyusunan Kisi-kisi Soal |
A. Pengertian Level Kognitif
Dalam Kisi-kisi Ujian Sekolah atau Asesmen Satuan Pendidikan dikenal istilah Level Kognitif. Apa Yang
Dimaksud Level Kognitif ? Level kognitif merupakan tingkat kemampuan
peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat dijabarkan dalam
tiga level kognitif, yaitu
- Level 1 menunjukkan tingkat kemampuan yang rendah
yang meliputi pengetahuan dan pemahaman (knowing)
- Level 2 menunjukkan tingkat
kemampuan yang lebih tinggi yang meliputi penerapan (applying).
- Level 3
menunjukkan tingkat kemampuan tinggi yang meliputi penalaran (reasoning). Pada
level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi.
Sebagaimana diketahui kisi-kisi soal merupakan suatu
pedoman atau rancangan yang digunakan dalam penyusunan soal ujian atau
penilaian. Secara sederhana, kisi-kisi soal adalah kerangka yang memuat
gambaran tentang kompetensi yang akan diukur, materi yang diujikan, indikator
pencapaian, bentuk soal, serta tingkat kesulitan soal.
Dengan adanya kisi-kisi,
penyusunan soal tidak dilakukan secara asal, melainkan berdasarkan perencanaan
yang sistematis dan terarah sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kisi-kisi soal
biasanya disusun sebelum guru membuat butir-butir soal, sehingga setiap
pertanyaan benar-benar mencerminkan kompetensi yang telah diajarkan kepada
siswa.
Dalam praktik pendidikan di
Indonesia, penyusunan kisi-kisi soal menjadi bagian penting dalam proses
evaluasi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan prinsip penilaian yang objektif,
terukur, dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, seperti pada implementasi
Kurikulum Merdeka yang diatur oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi Republik Indonesia.
Melalui kisi-kisi, guru dapat memastikan
bahwa soal yang dibuat telah mewakili capaian pembelajaran serta materi yang
telah dipelajari siswa selama satu periode tertentu.
Mengapa perlu membuat
kisi-kisi soal? Pertama, kisi-kisi membantu guru menjaga kesesuaian antara
tujuan pembelajaran dan soal yang diujikan. Tanpa kisi-kisi, ada kemungkinan
soal yang dibuat tidak mencerminkan kompetensi yang ingin diukur, atau bahkan
keluar dari materi yang telah diajarkan.
Dengan adanya kisi-kisi, setiap soal
memiliki dasar yang jelas, sehingga penilaian menjadi lebih valid dan dapat
dipertanggungjawabkan. Kedua, kisi-kisi membantu mengontrol proporsi tingkat
kesulitan soal.
Guru dapat mengatur jumlah soal dengan tingkat kesulitan mudah,
sedang, dan sulit secara seimbang agar penilaian lebih adil dan mampu mengukur
kemampuan siswa secara menyeluruh.
Selain itu, pembuatan kisi-kisi
soal juga mencegah terjadinya pengulangan materi yang berlebihan atau
sebaliknya, ada materi penting yang justru terlewatkan. Kisi-kisi menjadi alat
kontrol agar semua kompetensi yang telah direncanakan dalam pembelajaran
benar-benar terwakili dalam instrumen evaluasi. Hal ini penting terutama saat
guru menyusun soal untuk ujian tengah semester, ujian akhir semester, maupun
asesmen sumatif lainnya.
Manfaat kisi-kisi soal bagi
guru sangat besar. Bagi guru, kisi-kisi memudahkan proses penyusunan soal
karena sudah memiliki panduan yang jelas. Guru tidak perlu lagi menyusun soal
secara mendadak atau tanpa arah.
Kisi-kisi juga membantu meningkatkan kualitas
soal, karena setiap butir soal dibuat berdasarkan indikator yang terukur.
Selain itu, kisi-kisi dapat menjadi dokumen penting dalam administrasi
pembelajaran, terutama saat dilakukan supervisi atau evaluasi kinerja guru.
Dengan adanya kisi-kisi, guru dapat menunjukkan bahwa penilaian yang dilakukan
sudah dirancang secara sistematis dan profesional.
Bagi siswa, kisi-kisi soal
juga memberikan manfaat yang signifikan. Kisi-kisi membantu siswa memahami
ruang lingkup materi yang akan diujikan sehingga mereka dapat mempersiapkan
diri dengan lebih terarah.
Ketika guru membagikan atau menjelaskan kisi-kisi sebelum
ujian, siswa memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kompetensi apa saja
yang perlu dikuasai. Hal ini dapat mengurangi kecemasan siswa karena mereka
tidak merasa menghadapi ujian secara “misterius” atau tanpa petunjuk.
Selain
itu, dengan kisi-kisi yang baik, soal yang diujikan akan lebih adil dan sesuai
dengan apa yang telah dipelajari, sehingga hasil penilaian benar-benar
mencerminkan kemampuan siswa.
B. Tiga Level Kognitif dalam Kisi-kisi Soal
Dalam Kisi-kisi Ujian Sekolah, dimensi proses kognitif Bloom
dikelompokkan ke dalam tiga level kognitif, yaitu:
Level 1: mengingat (C1) dan
memahami (C2),
Level 2: mengaplikasikan
(C3),
Level 3: menganalisis (C4),
mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6)
C. Cakupan tiap Level Kognitif dalam Kisi-kisi Soal
Berdasarkan buku Panduan
Penulisan Soal 2017, cakupan tiap level
kognitif adalah sebagai berikut:
Level 1 : Peserta pada level
ini memiliki kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran (Knowing)
·
Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar
terhadap materi pelajaran dan dapat membuat generalisasi yang sederhana.
·
Memperlihatkan tingkatan dasar dalam
pemecahan masalah dalam pembelajaran, paling tidak dengan satu cara.
·
Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap
grafik-grafik, label-label, dan materi visual lainnya.
·
Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan
menggunakan terminologi yang sederhana.
Level 2 : Peserta didik pada
level ini memiliki kemampuan aplikatif (Applying).
·
Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman
terhadap materi pelajaran dan dapat mengaplikasikan gagasan-gagasan dan
konsep-konsep dalam konteks tertentu.
·
Menginterpretasi dan menganalisis informasi
dan data.
·
Memecahkan masalah-masalah rutin dalam
pelajaran.
·
Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel,
dan materi visual lainnya.
·
Mengkomunikasikan dengan jelas dan terorganisir
penggunaan terminologi.
Level 3 : Peserta didik pada
level ini memiliki kemampuan penalaran dan logika (Reasoning).
·
Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang
luas terhadap materi pelajaran dan dapat menerapkan gagasan-gagasan dan
konsep-konsep dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang berbeda.
·
Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi
gagasan-gagasan dan informasi yang faktual.
·
Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi
yang faktual.
·
Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan
yang kompleks dalam pelajaran.
·
Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan
akurat dengan menggunakan terminologi yang benar.
·
Memecahkan masalah dengan berbagai cara dan
melibatkan banyak variabel.
·
Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original.
Berikut ini contoh kata
kerja operasional pada tiap level kognitif.
.webp)
FAQ
Level Kognitif Pada Penyusunan Soal
Apa
yang dimaksud Level Kognitif
Level kognitif adalah
tingkat kemampuan berpikir peserta didik dalam menerima, memahami, dan
memproses materi pembelajaran. Konsep ini merujuk pada struktur hierarki
kemampuan berpikir manusia yang diadaptasi dari Taksonomi Bloom.
Apa saja 3 tingkatan leval
Kognitif dalam Kisi-kisi Penyusunan Soal
Ujian
Di Indonesia, Kementerian
Pendidikan mengklasifikasikan level kognitif ini ke dalam tingkatan level kognitif yakni Level 1: Pengetahuan dan Pemahaman
(Knowing), Level
2: Aplikasi (Applying),
dan Level
3: Penalaran (Reasoning)
Apa yang dimaksud Level 1 Pengetahuan dan Pemahaman
(Knowing)?
Level ini mengukur kemampuan
berpikir tingkat rendah yang berfokus pada ingatan dasar peserta didik.
Soal pada level berupa mengingat kembali
rumus, peristiwa, istilah, definisi, atau prosedur yang telah dipelajari. Bila dihubungkan dengan Taksonomi
Bloom, level ini meliputi C1
(Mengingat) dan C2 (Memahami).
Apa yang dimaksud Level 2: Aplikasi (Applying) ?
Level ini mengukur kemampuan
berpikir tingkat menengah untuk menerapkan teori ke dalam masalah nyata.
Soal pada level berupa penggunaan konsep,
ide, atau rumus dalam situasi atau konteks yang familiar. Bila dihubungkan dengan Taksonomi
Bloom, level ini meliputi C3 (Mengaplikasikan/Menerapkan).
Apa yang dimaksud Level 3: Penalaran (Reasoning)
Level ini mengukur kemampuan
berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS).
Soal pada level berupa; menganalisis
data, mengevaluasi informasi, memecahkan masalah kompleks dengan banyak
variabel, serta menciptakan gagasan baru. Bila dihubungkan dengan Taksonomi Bloom, level ini meliputi C4 (Menganalisis), C5
(Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan).
Demikian info Level Kognitif Pada Kisi-Kisi Soal, terima
kasih.
Posting Komentar untuk "Level Kognitif Pada Penyusunan Soal"
Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem