Apa yang dimaksud Uji Beda Parametrik
Uji Beda Parametrik adalah metode analisis statistik
inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata (mean)
antara dua atau lebih kelompok data, dengan asumsi data tersebut mengikuti
distribusi statistik tertentu (biasanya distribusi normal).
Metode ini disebut "parametrik" karena bergantung pada estimasi parameter populasi (seperti nilai rata-rata dan varians) yang ditarik dari sampel acak.
Asumsi Wajib Uji Parametrik
Sebelum menggunakan uji beda
parametrik, data Anda harus memenuhi syarat-syarat ketat berikut:
·
Distribusi Normal: Data pada
setiap kelompok yang diuji harus berdistribusi normal.
·
Homogenitas Varians: Ragam atau varians data antar kelompok harus sama atau setara (terutama
untuk uji dengan kelompok independen).
·
Skala Data: Data harus
berskala interval atau rasio (data kuantitatif/numerik).
·
Independensi: Sampel
data diambil secara acak (random sampling) dari populasi.
Jenis-Jenis Uji Beda Parametrik yang Populer
·
Paired Sample t-Test: Menguji perbedaan rata-rata dari dua kelompok yang
saling berpasangan (misalnya: nilai sebelum vs sesudah pelatihan pada orang
yang sama).
·
Independent Sample t-Test: Menguji perbedaan rata-rata dari dua kelompok
yang tidak saling terkait (misalnya: membandingkan produktivitas PNS Golongan
III vs PNS Golongan IV).
·
One-Way ANOVA: Menguji perbedaan rata-rata untuk lebih dari dua kelompok
data yang berdiri sendiri (misalnya: membandingkan efektivitas tiga metode
kerja yang berbeda).
·
Two-Way ANOVA: Menguji perbedaan rata-rata kelompok data yang dipengaruhi
oleh dua faktor atau variabel
independen sekaligus.
Kelebihan Uji Parametrik
·
Daya Uji Tinggi: Memiliki kekuatan statistik (statistical power) yang
kuat untuk menolak hipotesis nol yang salah jika asumsinya terpenuhi.
·
Kesimpulan Tajam: Mampu
mendeteksi perbedaan sekecil apa pun antar kelompok dengan lebih akurat
dibandingkan uji non-parametrik.
Uji T untuk Dua Sampel Bebas dan Uji T Berpasangan
- buka program SPSS dan file data yang akan diolah
- pada menu statistics klik compare-means lalu pilih Independence-sample T-test sehingga muncul kotak dialog sbb
Analisis
1. Keluaran
statistics. Dari keluaran
SPSS tampak rata-rata pemahaman peserta
penataran menggunakan metode
tradisional adalah 73,3000.
Sedangkan kelas yang ditatar dengan
metode baru memiliki
nilai rata-rata sebesar
78,5333. Keluaran SPSS memperlihatkan beda rata-rata kedua nilai
tersebut yatu 5,2333.
2. Menguji
kesamaan varians (Homogenitas). Lakukan uji hipotesis homogenitas varians sebagai berikut:
Hipotesis:
Ho: kedua varians populasi
adalah identik (varians
populasi nilai penataran menggunakan
metode tradisional dan baru sama)
H1: kedua varians populasi adalah
tidak identik (varians populasi nilai penatarn menggunakan metode tradisional dan
baru tidak sama)
Dasar pengambilan Keputusan
a. Berdasarkan probabilitas (tk
signifikansi: 5%)
·
Jika probabilitas > 0,05, maka Ho Diterima
·
Jika probabilitas < 0,05, maka Ho
ditolak
Keputusan: karena nilai dari
Levene’s test yaitu 0,201 > 0,05 maka Ho Diterima. Jadi kedua varians populasi
identik. Konsekuensinya saat uji T nilai signifikansi yang dipakai
adalah dari varians yang identik (equal)
3. Signifikansi hasil perlakuan. Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi perbedaan yang terjadi.
Hipotesis
Ho: Rata-rata
pemahaman peserta dalam materi tertentu
setelah ditatar menggunakan metode tradisional
dan metode baru tidak
berbeda
H1: Rata-rata
pemahaman peserta dalam materi tertentu
setelah ditatar menggunakan metode
tradisional dan metode
baru berbeda
Yang akan dicari ada tidaknya perbedaan
hasil perlakuan, jadi pengujian hipotesis menggunakan uji dua sisi.
Dasar pengambilan Keputusan
a. Berdasarkan probabilitas (tk
signifikansi: 5%)
·
Jika probabilitas > 0,05, maka Ho
Diterima
·
Jika probabilitas < 0,05, maka Ho
ditolak
Keputusan. Dari keluaran SPSS diperoleh nilai probabilitas 0,041 (kebetulan nilainya
sama untuk varians
identik dan berbeda). Oleh karena lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak.
Kesimpulannya, metode menatar baru menyebabkan
perbedaan pemahaman dalam materi terpilih secara signifikan.
b. Uji T Berpasangan
Tujuannya untuk mengetahui
perbedaan akibat perlakuan
pada sampel. Syaratnya mengggunakan dua sampel yang saling berhubungan. Kondisi
data berdistribusi normal
Selanjutnya data diinput dalam program SPSS disesuaikan dengan bentuk data
yang harus dimasukkan ke lembar
kerja SPSS, kecuali
penomoran responden harus
terus ke
bawah.
Menentukan uji statistik
·
Jenis permasalahan.
Yang ingin dipecahkan
dalam kasus di
atas adalah perbedaan akibat
perlakuan yang diberikan
kepada subjek penelitian. Ini
berarti masuk ke
dalam uji komparasi
atau uji beda. Dilihat
dari banyaknya sampel
yang digunakan termasuk
ke dalam uji beda
dua sampel yaitu
kelompok sebelum perlakuan
dan kelompok sesudah perlakuan.
Kedua sampel jelas
saling berhubungan atau mempengaruhi karena
hasil kelompok sebelum
perlakuanmempengaruhi hasil kelompok
setelah perlakuan. Dengan
kata lain kelompok yang
sama mempengaruhi hasil
tes awal dan ahir.
Jadi uji yang digunakan adalah
uji beda dua sampel yang saling berhubungan.
·
Kondisi data.
Untuk menentukan mana
yang digunakan diantara
uji parametrik dan non parametrik, kondisi data harus
diperiksa. Caranya seperti diterangkan pada bagian uji korelasi Pearson.
1.
Langkah pertama,
periksa jenis data.
Jenis data variabel
mata pelajaran IPA adalah interval karena siswa yang mempunyai nilai 40
tidak berarti mempunyai
kepandaian setengah kali
siswa yang nilainya 80. Jenis
data yang diukur sebelum dan sesudah perlakuan sama.
2.
Langkah kedua,
menguji normalitas distribusi
data sampel dengan menghitung rasio skewness yang
ternyata bernilai 1.66
(data sebelum perlakuan) dan
1,46 (data sesudah
perlakuan). Walaupun histogram
kedua data tidak terlalu bagus tapi
rasio skewness kedua data ada diantara
angka –2 dan
+2, sehingga distribusi
kedua data bisa dianggap normal.
·
Mengolah data dengan Uji T
untuk dua sampel berpasangan:
1.
buka program SPSS dan file
data yang akan diolah (file tpsgan.sav)
2.
pada menu statistics klik
compare-means lalu pilih paired-sample T test sehingga muncul kotak dialog.
·
klik variabel pertama yang
akan diuji sehingga masuk ke dalam kolom current selection;
·
lakukan hal
yang sama untuk
variabel kedua lalu
klik tanda panah sehingga kedua variabel masuk ke dalam
kolom paired-variabel;
·
klik option lalu klik
two-tailed pada kolom test of significance;
·
klik display
actual significance level
atau flag significance correlations tergantung
jenis program. Submenu
ini memberikan pilihan untuk
menampilkan tingkat signifikansi
yang biasanya ditentukan 5 % (*)
atau 1% (**);
·
Klik options hingga layar
menampilkan kotak dialog Options.
·
Confidence interval. SPSS
menggunakan tingkat kepercayaan 95% sebagai
default. Biarkan angka
itu kecuali jika
anda ingin menggantinya dengan
tingkat kepercayaan yang lebih tinggi (99%);
·
Abaikan pilihan exclude cases
pairwise, kecuali data anda
tidak lengkap;
·
klik continue
untuk kembali ke
menu semula lalu
klik ok jika pengisian selesai.

Posting Komentar untuk "Uji Beda Parametrik Dengan Menggunakan Program SPSS"
Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem