Instrumen Tes dan Survei MPLS Ramah Kemendikdasmen Tahun 2026 merupakan alat yang digunakan untuk membantu sekolah mengenali karakteristik, kebutuhan, potensi, serta kondisi awal peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
Informasi
yang dihimpun melalui berbagai instrumen ini menjadi dasar bagi guru dan
sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, inklusif, menyenangkan,
dan sesuai dengan kebutuhan setiap murid, dengan tetap menjaga kerahasiaan data
yang diberikan.
Adapun
ketentuan pengisian Instrumen Tes dan Survei MPLS Ramah Kemendikdasmen Tahun Ajaran
2026/2027 adalah sebagai berikut:
- Bagi sekolah yang melaksanakan MPLS sebelum 13 Juli, rangkaian tes dapat dilaksanakan setelah MPLS, yaitu pada rentang tanggal 13–24 Juli.
- Bagi sekolah yang melaksanakan MPLS setelah 24 Juli, sekolah dapat memajukan pelaksanaan rangkaian tes agar tetap berada pada rentang tanggal 13–24 Juli.
- Bagi sekolah yang sudah menjadwalkan MPLS pada tanggal 13–24 Juli, rangkaian tes dapat tetap dilaksanakan pada hari ketiga MPLS.
- Apabila kondisi sekolah tidak memungkinkan untuk melaksanakan rangkaian tes pada rentang waktu 13 s.d. 24 Juli, Kemendikdasmen masih membuka kesempatan pelaksanaan tes hingga 31 Juli. Namun, penyesuaian waktu pelaksanaan tersebut akan memengaruhi jadwal penerbitan laporan hasil tes.
- Murid yang mengikuti tes paling lambat 24 Juli dapat memperoleh laporan hasil tes mulai 31 Juli. Sementara itu, bagi murid yang mengikuti tes pada 25 s.d. 31 Juli, laporan hasil tes baru dapat diunduh paling cepat satu minggu setelah pelaksanaan tes.
- Kepala sekolah dan murid harus mengisi evaluasi pelaksanaan MPLS sebagai syarat mendapatkan laporan hasil tes.
Adapun
ruang lingkup Instrumen MPLS untuk Murid SMP, SMA/SMK
1. Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan
Konsentrasi Belajar Murid
Instrumen
“Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid”
berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali
murid mengenali lebih awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta
terhadap teman dan keluarga. Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan
konsentrasi belajar murid bertujuan membantu sekolah dan orang tua/wali murid
melakukan deteksi awal bagaimana murid bersikap di rumah dan sekolah serta
terhadap teman dan keluarga. Hasil dari identifikasi awal memberikan gambaran
apakah terdapat masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru,
atau profesional.
2. Identifikasi Bakat dan Minat
Identifikasi bakat
dan minat adalah proses untuk mengenali kecenderungan potensi/kemampuan serta
ketertarikan murid dalam berbagai bidang atau aktivitas. Melalui kegiatan ini,
sekolah memperoleh gambaran awal mengenai bidang-bidang yang cenderung menjadi potensi/kemampuan
serta serta ketertarikan pada bidang aktivitas yang sesuai dengan tahap
perkembangannya. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi
sekolah, guru, dan orang tua/wali dalam merancang layanan pembinaan,
pendampingan, serta pengembangan diri yang lebih tepat sasaran sesuai
karakteristik murid.
3. Asesmen Literasi dan Numerasi
Dalam kegiatan MPLS,
pengukuran literasi membaca dan numerasi dilakukan untuk memperoleh kemampuan
murid dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai
jenis teks untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Selain itu, kemampuan
ini juga digunakan untuk memahami dan mengolah bacaan, menafsirkan informasi,
serta menggunakan konsep matematika dasar dalam berbagai konteks yang relevan. Hasil
asesmen ini digunakan sebagai bahan awal bagi sekolah untuk merancang
pembelajaran, memberikan penguatan, dan melakukan diferensiasi pembelajaran
sesuai kebutuhan murid.
4. Asesmen Kebugaran (IMT, Cek Denyut Jantung, Tes
Fleksibilitas)
Asesmen Kebugaran merupakan
instrumen deteksi dini yang bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi
kebugaran dan kesehatan fisik peserta didik melalui pengukuran Identifikasi
Massa Tubuh (IMT), cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas. Hasil asesmen
digunakan sebagai data awal bagi sekolah untuk mengenali kondisi fisik murid,
mendukung perencanaan layanan kesehatan dan pembinaan kebugaran, serta membantu
mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang
peserta didik secara optimal.
5. Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Pendaftaran Cek
Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk memastikan murid tercatat sebagai
peserta pemeriksaan kesehatan melalui pengisian data dan kuesioner kesehatan
awal pada aplikasi SATUSEHAT Mobile. Melalui pendaftaran ini, sekolah dapat
memantau keterlibatan orang tua/wali murid, mengidentifikasi jumlah murid yang
telah didaftarkan, serta mengingatkan orang tua/wali yang belum melengkapi
data.
Selengkapnya
silahkan download dan baca Panduan Instrumen Tes dan Survei MPLS Ramah
Kemendikdasmen Tahun Pelajaran 2026/2027
Link
download Panduan Instrumen Tes dan Survei MPLS Ramah
Demikian
informasi tentang Instrumen Tes dan Sistem Pendukung MPLS Ramah 2026. Semoga
ada manfaatnya jangan lupa manfaatkan kesempatan sebagai data awal dalam ranga memberikan
layanan pendidikan yang aman, inklusif, menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Instrumen Tes dan Survei MPLS Ramah Tahun 2026"
Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem