Dalam Buku Saku Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk Guru, dijelaskan bahwa Implementasi KBC dapat dilakukan pada kegiatan: a) Intrakurikuler, yakni mengintegrasikan Panca Cinta KBC dalam setiap mata pelajaran; b) Kokurikuler, mengintegrasikan KBC dalam kegiatan kokurikuler seperti proyek yang terintegrasi lintas mata pelajaran dan lainnya; c) Ekstrakurikuler, yakni mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler dengan pendekatan KBC untuk menumbuhkan karakter berbasis cinta; d) Budaya/Iklim Madrasah, yakni menerapkan KBC dapat untuk menciptakan lingkungan madrasah yang penuh cinta dalam setiap interaksi dan kebijakan.
Ingat rumus atau Pola 5-5-5
dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Apa itu pola Pola 5-5-5 dalam KBC?
Lima (5) yang pertama tujuan perapan KBC untuk membentuk insan paripurna, yakni
1) Humanis: Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai dan
mengedepankan nilai luhur kehidupan; 2) Nasionalis: Memiliki cinta dan
kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI; 3) Naturalis:
Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan
spiritual dengan ciptaan Tuhan; 4) Toleran: Mampu hidup dalam keberagaman,
menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya; 5) Penuh Cinta:
Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan
sesama manusia, dan tanah air.
Adapun Lima (5) yang kedua
adalah Panca Cinta yang menjadi sarana Internalisasi Nilai KBC, yakni 1) Cinta
Allah dan Rasul-Nya: Fondasi spiritual dan akhlak mulia; peserta didik
menyadari keberadaan dan kasih sayang Ilahi dan meneladani akhlak Nabi; 2) Cinta
Ilmu. Menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, menghargai pengetahuan
sebagai cahaya peradaban, menghormati ahli ilmu, dan mencari ilmu sebagai
ibadah; 3) Cinta Diri dan Sesama: Menghargai potensi dan menjaga diri, serta
membina hubungan sosial yang positif, empatik, dan penuh kasih; 4) Cinta
Lingkungan: Menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap bumi dan makhluk hidup
sebagai bagian dari kesatuan cinta Tuhan, melatih tanggung jawab ekologis dan
gaya hidup berkelanjutan; 5) Cinta Tanah Air: Membangun kesadaran kebangsaan,
menghargai keberagaman Indonesia, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.
Sedangkan 5 (lima) yang
ketiga dari pola 5-5-5 adalah lima lingkungan belajar sebagi ruang untuk menumbuhkan
cinta, yakni 1) Aman: Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi;
peserta didik merasa terlindungi secara fisik dan psikologis; 2) Nyaman:
Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif
dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan; 3) Ramah:
Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh
respek, membentuk relasi positif antarguru, siswa, orang tua, dan seluruh warga
sekolah/madrasah; 4) Menyenangkan: Pembelajaran dirancang menarik, menggugah
rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh kegembiraan; 5) Sejahtera: Pemenuhan
kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup, baik untuk siswa maupun
guru dan seluruh warga sekolah/madrasah.
Buku panduan atau Buku Saku
untuk Guru Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, memberikan panduan praktis
bagi Bapak/Ibu guru madrasah untuk menerapkan KBC. Seperti bagaimana menerapkan
pembelajaran yang menyentuh hati? Bagaimana guru mengintegrasikan Panca Cinta
dalam mata pelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyentuh
hati? Bagaiman merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan Cinta? dan lainnya
Untuk mengetahui lebih lanjut
silahkan download dan baca Buku Saku Pedoman Implementasi Kurikulum Berbasis
Cinta untuk Guru, melalui link yang admin sediakan di bawah ini
Link download Buku Saku KBC
Demikian informasi tentang link download Buku Saku Panduan Implementasi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) untuk Guru . Semoga ada manfaatnya.


Posting Komentar untuk "BUKU SAKU IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA"
Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem