Rencana Pembelajaran Mendalam atau Modul Ajar Pembelajaran Mendalam merupakan Perangkat Pembelajaran yang harus disiapkan guru sebelum melaksanakan Proses Belajar Mengajar.
Perencanaan pembelajaran
mendalam terdiri atas empat komponen, yaitu (1) dimensi profil lulusan, (2)
prinsip pembelajaran, (3) pengalaman belajar, dan (4) kerangka pembelajaran.
Pembelajaran mendalam
difokuskan pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan yang merupakan
kompetensi dan karakter yang harus dimiliki oleh setiap murid setelah menyelesaikan
proses pembelajaran dan pendidikan.
Dalam mencapai dimensi
tersebut, pembelajaran mendalam berlandaskan tiga prinsip pembelajaran, yaitu
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiga prinsip ini saling melengkapi
dalam menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan berkelanjutan bagi
murid.
1) Berkesadaran
Berkesadaran merupakan
pengalaman belajar murid yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk
menjadi pelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Murid memahami tujuan
pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif
mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan. Ketika murid memiliki
kesadaran belajar, mereka akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan sebagai
pelajar sepanjang hayat.
2) Bermakna
Pembelajaran bermakna terjadi
ketika murid dapat menerapkan pengetahuannya secara kontekstual. Proses belajar
murid tidak hanya sebatas memahami informasi/penguasaan konten, namun
berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan. Kemampuan ini mendukung
retensi jangka panjang. Pembelajaran terkoneksi dengan lingkungan murid membuat
mereka memahami siapa dirinya, bagaimana menempatkan diri, dan bagaimana mereka
dapat berkontribusi kembali. Konsep pembelajaran yang bermakna melibatkan murid
dengan isu nyata dalam konteks personal/lokal/nasional/global. Pembelajaran
dapat melibatkan orang tua, masyarakat, atau komunitas sebagai sumber
pengetahuan praktis, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian
sosial.
3) Menggembirakan
Pembelajaran yang
menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan,
dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu murid terhubung secara
emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Ketika murid menikmati proses belajar, motivasi intrinsik mereka akan tumbuh,
mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan keterlibatan aktif.
Dengan demikian, pembelajaran
membangun pengalaman belajar yang berkesan. Bergembira dalam belajar juga
diwujudkan ketika setiap murid merasa nyaman, murid terpenuhi kebutuhannya
seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan kasih
sayang dan rasa memiliki, kebutuhan penghargaan, serta kebutuhan aktualisasi
diri.
Pembelajaran mendalam
memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan murid untuk memahami,
mengaplikasikan, dan merefleksikan materi pembelajaran secara bermakna. Pengalaman
belajar ini mencakup berbagai lingkungan dan situasi, serta melibatkan
interaksi dengan materi pembelajaran, pendidik, sesama murid, dan lingkungan
sekitarnya.
Pengalaman pembelajaran
mendalam diciptakan melalui proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi yang
digambarkan dan diuraikan sebagai berikut.
1) Memahami
Memahami dalam pendekatan
pembelajaran mendalam adalah fase awal pembelajaran yang bertujuan membangun
kesadaran murid terhadap tujuan pembelajaran, mendorong murid untuk aktif
mengkonstruksi pengetahuan agar murid dapat memahami secara mendalam konsep
atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Jenis pengetahuan pada fase ini
terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai
dan karakter.
2) Mengaplikasi
Mengaplikasi merupakan
pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas murid mengaplikasikan pengetahuan
secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh murid pada tahapan memahami
diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan.
Tahapan ini memberikan
kesempatan kepada murid untuk menerapkan pengetahuan baik secara individu
maupun kolaboratif. Pendalaman pengetahuan ini dilakukan dalam bentuk
pengalaman belajar pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan lain-lain.
Pengaplikasian pengetahuan ini mengimplementasikan kebiasaan pikiran dalam mengaplikasi
pengetahuan yang melibatkan penerapan pola pikir yang mendukung proses belajar,
pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara efektif. Murid melakukan praktik
pemecahan masalah/isu yang kontekstual dan memberikan pengalaman nyata murid. Pendidik
menghadirkan isu/masalah dalam konteks lokal/nasional/global atau di dalam
dunia profesional. Pendekatan multidisiplin dan interdisiplin antar materi
pelajaran berperan penting pada tahapan ini. Pada tahap ini, murid membangun
solusi kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya
dapat berupa produk/kinerja murid. Keterlibatan murid ini dapat memberikan
manfaat tidak hanya keterampilan akademik namun juga keterampilan hidup
sehingga menumbuhkan kepedulian atas perannya sebagai bagian dari lingkungan
sosial.
3) Merefleksi
Merefleksi merupakan proses
saat murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau
praktik nyata yang telah mereka lakukan. Refleksi ini bertujuan untuk memahami
sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, serta mengeksplorasi kekuatan, tantangan,
dan area yang perlu diperbaiki. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai
kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Regulasi diri memungkinkan
murid untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri,
meningkatkan motivasi intrinsik, dan mencapai tujuan belajar secara efektif.
Dalam proses ini, murid menerima umpan balik yang spesifik dan relevan dari
pendidik, teman sebaya, komunitas, atau pihak terkait untuk membantu mereka meningkatkan
kompetensi. Refleksi dilakukan secara personal untuk pengembangan diri dan
secara kontekstual untuk memahami kontribusi dan peran mereka dalam lingkungan
sosial. Dengan refleksi yang efektif, murid tidak hanya menyadari keberhasilan dan
kekurangannya, tetapi juga mampu merumuskan langkah-langkah konkret untuk perbaikan
di masa depan, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.
Dalam pengalaman belajar
merefleksi, murid tidak hanya diminta untuk mengulang atau mengingat kembali
materi yang telah dipelajari, tetapi diarahkan untuk mengonstruksi kembali
pemahamannya secara kritis, menghubungkannya dengan konteks yang lebih luas,
serta mengidentifikasi implikasi atau kemungkinan penerapan dalam situasi
berbeda.
Proses tersebut melibatkan
keterampilan metakognitif, seperti menyadari cara berpikir mereka sendiri,
mengevaluasi strategi yang digunakan saat belajar, serta menilai keberhasilan
atau hambatan dalam pencapaian tujuan belajar. Dengan demikian, refleksi
berfungsi sebagai jembatan antara pengalaman belajar dan transfer pengetahuan,
memungkinkan murid untuk menggeneralisasi prinsip-prinsip inti, memformulasikan
pertanyaan baru, serta mengembangkan alternatif ide atau solusi yang dapat
diterapkan di luar konteks awal pembelajaran.
Pendekatan ini memperkuat
pembelajaran mendalam karena mendorong murid menjadi pelajar aktif, reflektif,
dan adaptif. Hal inilah yang menjadi pembeda antara pengalaman belajar
merefleksi dengan refleksi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Untuk dapat memahami bagaimana
cara membuat Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) atau Modul Ajar Pembelajaran
Mendalam jenjang SD SMP SMA silahkan bapak ibu terlebih dahulu baca Buku
Panduan Mata Pelajaran.
Link download Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Link download Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Link download Panduan Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Link download Panduan Mata Pelajaran Matematika
Link download Panduan Mata Pelajaran Sejarah
Link download Panduan Mata Pelajaran Seni Musik
Link download Panduan Mata Pelajaran PJOK
Link download Panduan Mata Pelajaran Informatika
Link download Panduan Mata Pelajaran Projek IPAS SMA
Link download Mata Pelajaran Kreativitas,
Inovasi, dan Kewirausahaan_SMK
Link download Panduan Mata Pelajaran Dasar-Dasar Teknik Otomotif
Link download Panduan Mata Pelajaran Dasar-Dasar Teknik Komputer &
Jaringan"
Link download Panduan Mata Pelajaran DASAR-DASAR DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Link download Panduan Mata Pelajaran Dasar-Dasar Broadcasting dan Perfilman
Link download Panduan Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
Link download Panduan Mata Pelajaran Mapel Lainnya jengjan SD
Link download Panduan Mata Pelajaran Mapel Lainnya jengjan SMP
Link download Panduan Mata Pelajaran Mapel Lainnya jengjan SMA
Namun bagi yang penasaran
ingin langsung membuat dan mendownload RPM atau Modul Ajar Pembelajaran
Mendalam jenjang SD SMP SMA silahkan mencoba mengakses link yang ada di
bawah ini.
Link RPM Modul Ajar PM
(Pembelajaran Mendalam) Jenjang SD Seluruh Mata Pelajaran (akses disini)
Link RPM Modul Ajar PM
(Pembelajaran Mendalam) Jenjang SMP Seluruh Mata Pelajaran (akses disini)
Link RPM Modul Ajar PM
(Pembelajaran Mendalam) Jenjang SMA Seluruh Mata Pelajaran (akses disini)
Link RPM Modul Ajar PM
(Pembelajaran Mendalam) Jenjang SD SMP SMA Seluruh Mata Pelajaran (aksesdisini)
Demikian informasi tentang Cara
Membuat dan Download Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) atau Modul Ajar Pembelajaran
Mendalam jenjang SD SMP SMA. Semoga ada manfaatnya

Posting Komentar untuk "RPM - MODUL AJAR PEMBELAJARAN MENDALAM"
Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem