Pengertian Matrikulasi

 

Pengertian Matrikulasi


A.  Pengertian Matrikulasi

Matrikulasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuandan kemampuan awal yang diperlukan peserta didik mengikuti kegiatanpembelajaran pada jenjang tertentu. Matrikulasi diperlukan manakala pesertadidik dengan latar belakang yang beragam, diduga belum memiliki pengetahuan dankemampuan standar yang dipersyaratkan. Program Matrikulasi bertujuan untuk mencapai “level ofentry” yang sama bagi seluruh peserta didik, berisi pemantapan materi yangseharusnya sudah dikuasai.


Menurut KBBI matrikulasi berarti halterdaftarnya seseorang di perguruan tinggi.  BerdasarkanPemikiran tim kurikulum Direktorat Pembinaan SMA matrikulasi bagi SMA memiliki arti kegiatan pembelajaranuntuk  menyetarakan pengetahuan pesertadidik kelas XI yang pada waktu kelas X tahun 2013/2014 belum melaksanakankurikulum 2013 sehingga pada tahun pelajaran 2014/2015  dapat mengikuti program pendidikan kelas XIsesuai Kurikulum 2013.

 

Program materikulasi bagi SMApelaksana kurikulum 2013 yang memulai pelaksanaan pada tahun ajaran 2014/2015untuk kelas X dan XI secara serentak diperlukan mengingat adanya kesenjanganbeberapa kompetensi (KI dan KD) antara standar isi kurikulum 2013 (Permen No 69tahun 2013) dengan standar isi tahun 2006 (Permen 22 tahun 2006). Kesenjangankompetensi itu berpengaruh pada pembelajaran di kelas XI sesuai dengan tingkatkompetensi yang harus dipenuhi terutama pada aspek pengetahuan danketerampilan. Program matrikulasi diharapkan dapat memberikan capaian “level of entry” untuk keberhasilanpembelajaran di kelas XI dan XII, termasuk untuk mengikuti Ujian Tingkat Kompetensi yang akan dilaksanakan di kelas XI dan XII.

 

Secaraoperasional program matrikulasi diartikan sebagai kegiatan pemenuhan kompetensisiswa agar kesenjangan antara dua standar isi dari kurikulum yang berbeda dapatdipenuhi sesuai dengan kompetensi yang harus dipenuhi. Kegiatan ini harusdikelola satuan pendidikan secara terencana, terarah, terprogram, dan dapatdipertanggungjawabkan dengan baik. Oleh karena itu, Dit PSMA memberikan pedomanteknis yang dapat dijadikan rujukan dalam melaksanakan program tersebut.

 

Melalui analaisis dan identifikasi kompetensi siswa secara cermat dapatdiperoleh dua kelompok siswa dengan tindakan berbeda, yaitu kelompok siswa yangperlu mengikuti matrikulasi dan kelompok siswa boleh tidak mengikuti kegiatanmatrikulasi. Perhatikan skema berikut ini.

 

Pelaksanaan matrikulasi dapat mengikutitahapan berikut.

1.   Menganalisisjenis dan jumlah matapelajaran yang terdapat di kelas X Kurikulum 2006 dan Kurikulum2013

2.   Menganalisisuntuk membandingkan KD kelas X Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013

3.   Menentukanunsur-unsur yang terlibat dalam program matrikulasi, dan

4.   Menetapkanwaktu pelaksanaan matrikulasi matapelajaran.

 

 

B.  Bentuk Kegiatan Matrikulasi

Kegiatan matrikulasi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, yaitu:

1.    Kegiatan pembelajaran tatap muka, penugasanterstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur secara utuh dalam periodewaktu tertentu;

2.    Kegiatan pembelajaran tatap  muka, penugasan terstruktur, dan kegiatanmandiri tidak terstruktur secara terbatas dalam periode waktu tertentu; atau

3.    Kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiritidak terstruktur.

Bentukkegiatan pertama dilakukan dengan cara menambah jam pelajaran pada jadwal matapelajaran. Hal ini dilakukan melalui proses pembelajaran utuh karena pertimbangankompetensi yang harus dikuasai memerlukan waktu dan proses yang utuh.  Kegiatan ini diperlukan pada mata pelajaranyang memuat kompetensi inti dan kompetensi dasar sangat berbeda antara standarisi permendiknas tahun 2006 dan permendikbud tahun 2013 serta mengalami perubahan total pada hamapirseluruh kompetensi dasar seperti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

 

Bentukkegiatan kedua dilakukan dengan membuat jadwal tertentu di luar jadwal matapelajaran. Hal ini dilakukan melalui proses pembelajaran tatap muka terbatasuntuk beberapa kompetensi dasar, sementara kompetensi dasar lainnya dapatdilakukan dengan penugasan.

Bentuk kegiatan ke tiga dilakukan cukup dengan memberikan penugasankepada peserta didik pada beberapa kompetensi dasar sampai kompetensi itudikuasai. Kegiatan ini dilakukan apabila semua kompetensi yang harus dikuasaipada mata pelajaran terkait dapat dilakukan melalui penugasan.

 

Penentuan bentuk kegiatan dilakukan melalui analisis kompetensi inti dankompetensi dasar sesuai dengan karakteristik penguasaan pengetahuan danketerampilan yang diperlukan.

 

No comments

Theme images by mammamaart. Powered by Blogger.
Back to Top